|
|
|
|
|
|
KARYA TULIS
BAHASA
INDONESIA
DISUSUN
O
L
E
H
Ø
Asvariyanti (02)
Ø
B.Azrima
Hanintia Nabila (04)
Ø
Hulfa
Wadiyati (11)
Ø
Inges
Dwi Pangestu (15)
Ø
Laili
Alfiana Hidayati (20)
Ø
Shinta
Ayu Pertiwi (33)
Ø
Siti
Safinatun Najjah (34)
Ø
Sri
Handayani (35)
Ø
Zahra
Ramadlan M. (37)
MTsN
1 Mataram
Jl.Pembangunan
B III
EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)
|
Guru Pembimbing : Harniyati, S.Pd
|
KELAS IX-4
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah
SWT yang telah memberi kami semua kesehatan sehingga kami semua dapat
menyelesaikan karya ilmiah tentang EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)
Kami sudah berusaha dengan
maksimal untuk menyelesaikan karya ilmiah ini, tapi di balik usaha kami untuk
menyelesaikan karya ilmiah ini pasti ada kekurangan yang kami mungkin tidak
ketahui jadi bila membaca karya ilmiah kami mohon untuk di beri masukkan agar
kami dapat memperbaikinya dan bila ada tugas seperti ini kami dapat memperbaiki
kekurangan-kekurangan yang ada, serta dapat membuat karya ilmiah yang
menyenangkankan dan dapat di amalkan. Terimakasi banyak bagi yang sudah membaca
karya ilmiah kami.
Semoga
dengan makalah yang kami buat ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman kita
tentang seberapa pentingnya penggunaan tanda baca yang benar sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Selamat membaca !!!
Penulis
|
DAFTAR ISI
Halaman Judul………………………………………………………………………………………… i
Kata Pengantar………………………………………………………………………………………... ii
Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………. iii
BAB I. PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang…………………………………………………………………………… 1
B.Tujuan……………………………………………………………………………………….. 2
BAB II. PEMBAHASAN
A.Pemakaian
tanda baca………………..………………………………………............ 3
B.Macam-macam
tanda baca……………………………….………………………… 3
C.Fungsi
tanda baca…………………..………………………………………………….. 4
BAB III. PENUTUP
A.Kesimpulan………………………………………………………………………………... 12
B.Saran…………………………………………………………………………………………. 12
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………. 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Lingkungan hidup, menurut UU No. 23
tahun 1997, didefenisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup. Pada
dasarnya lingkungan hidup dikenal sebagai tempat dimana semua makhluk hidup
tinggal dan melakukan kehidupannya sehari-hari.
Di saat sekarang ini masyarakat sudah
tidak peduli lagi terhadap lingkungan hidup tempat mereka tinggal. Hal ini telihat
dari semakin sedikitnya masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Banyak masyarakat yang merusak lingkungan atau mengeksploitasi lingkungan
secara berlebihan. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan.
Selain itu, kegiatan manusia dalam
melakukan pekerjaannya juga menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.
Banyak polutan yang menyebabkan lingkungan menjadi tercemar dan kotor. Hal ini
juga terjadi di lungkangan sekitar tempat tinggal penulis.
Berdasarkan
kondisi dan keadaan di lingkungan tersebut, penulis menyusun karya tulis ini
agar dapat memberikan informasi mengenai keadaan lingkungan sekitar penulis
yang sudah banyak tercemar akibat kegiatan masyarakat sekitar.
B. Tujuan
Berdasarka latar belakang yang menjadi alasan penulis
membuat karya ilmiah ini, penulis membuat karya ilmiah ini dengan tujuan untuk
:
a.
Memberi tahukan
kepada pembaca mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi di
lingkungan
sekitar tempat tinggal penulis.
b.
Dapat mengajak
pembaca untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah
sembarangan dan
menyebabkan pencemaran lingkungan.
c.
Untuk melengkapi
tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Lingkungan
Hidup dan Perubahannya.
Lingkungan hidup, menurut UU No. 23 tahun 1997, didefenisikan sebagai kesatuan
ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia
dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup. Dalam pengelolaan lingkungan hidup, manusia
mempunyai peran yang sangat penting, karena pengelolaan lingkungan hidup pada
akhirnya ditujukan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di muka bumi ini.
Istilah lingkungan hidup pertama kali dimunculkan oleh Ernst Haeckel pada tahun
1886, yang menunjuk kepada keseluruhan organism atau pola hebungan antar
organism dan lingkungannya. Ekologi adalah cabang dari ilmu Biologi yang
mempelajari mengenai lingkungan hidup (Ekosistem) atau planet bumi ini secara
keseluruhan. Lingkungan hidup mempunyai fungsi yang sangat penting, yaitu
sebagai tempat kediaman dan sebagai sumber kehidupan.
Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh
menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam bentuk keseimbangan, stabilitas, dan
produktivitas lingkungan. Peranan ekosistem diantaranya :
a.
Pemurnian
udara dan air
b.
Pengurangan
kekeringan dan banjir
c.
Pembentukan
dan pemeliharaan kesuburan tanah
d.
Detoksifikasi (penetralan racun) dan dekomposisi
(penguraian sampah)
e.
Penyerbukan
tanaman perkebunan dan vegetasi alami
f.
Penyebaran
benih
g.
Siklus
dan pergerakan nutrien
h.
Pengendalian
mayoritas hama agrikultur potensial secara luas
i.
Pemeliharaan
biodiversitas
j.
Perlindungan pantai dari erosi oleh ombak
k.
Perlindungan dari sinar ultraviolet matahari yang
berbahaya
l.
Stabilitas
iklim parsial
m.
Pengendalian
cuaca yang ekstrim dan dampaknya
Pembangunan yang dilakukan saat ini
bertujuan untuk mencukupi kebutuhan manusia. Pembangunan diutamakan untuk
“pertumbuhan ekonomi” yang tidak ramah lingkungan. Semuanya itu menyebabkan
pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Pengaruh terhadap lingkungan sebagai
akibat pengurasan dan pemborosan sumber daya alam serta pencemaran lingkungan
di antaranya adalah :
1.
Peningkatan
pencemaran limbah B3 (bahan buangan barbahaya beracun)
2.
Peningkatan
hujan asam
3.
Penipisan
gas O3 (lapisan ozon) di atmosfir yang merupakan pelindung bumi dari
berbagai
sinar kosmis yang membahayakan kesehatan.
4.
Peningkatan
gas-gas rumah kaca seperti CO2, CH4, CPC, dan N2O
5.
Pemanasan
global
6.
Punahnya
hutan tropis dengan laju kepunahan 100.000 km2/tahun
7.
Degradasi
keanekaragaman hayati bumi
8.
Penyusutan
tanah subur dan peningkatan tanah kritis
9.
Krisis
air bersih
Dengan kondisi seperti ini, lingkungan hidup perlu diatur dan dikelola dengan
baik sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal, mencukupi kebutuhan hidup
generasi saat ini tanpa harus mengurangi kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan
hidup generasi yang akan datang. Saat ini, telah dikembangkan berbagai macam
cara untuk melestarikan lingkungan hidup. Seperti pengolahan sampah dan
pemakaian sumber energi alternatif.
B.
Faktor
penyebab perubahan lingkungan hidup.
1.
Perubahan
lingkungan akibat aktivitas manusia.
1. Pencemaran lingkungan
2. Penebangan hutan
3. Pembangunan
4. Penggunaan pestisida
2.
Perubahan
lingkungan akibat faktor alam
1. Banjir
2. Gempa bumi
3. Gunung meletus
C.
Pencemaran
Lingkungan Hidup
1.
Pencemaran
Dalam UU no. 4/1992 diperbarui dengan UU no. 23/997 tentang pengelolaan
lingkungan hidup didefenisikan sebagai masuknya makhluk hidup, zat, energi,
dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan dan/atau berubahnya tatanan
lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas
lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan turun
sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak
dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Dengan demikian bahan yang
diintroduksi ke lingkungan adalah pencemar atau polutan.
2.
Jenis – Jenis Pencemaran.
a)
Pencemaran Udara
Udara di alam tidak pernah benar-benar bebas pencemar sama sekali karena
berbagai kegiatan alami seperti kegiatan vulkanik, pembusukan sampah, dan
pembakaran hutan menghasilkan gas SO2, H2S, dan CO sebagai produk
sampingnya. Di samping itu partikel bisa tersebar melalui angin dan kegiatan
vulkanik. Kegiatan lain yang dapat meningkatkkan pencemar di udara adalah
kegiatan manusia. Sumber pencemar udara primer adalah CO, Nox, Hidrokarbon (HC),
Sox, dan partikel. Sumber utama pencemar udara berasal dari transportasi yang
menyumbang hampir 60% CO dan 15% HC.
Cerobong asap
pabrik ini setiap hari mengeluarkan asap yang dapat membahayakan penduduk
sekitar.
Polutan
pencemaran udara yaitu :
1.
Karbon Dioksida (CO2).
Karbon
dioksida dihasilkan dari pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau
batubara), pembakaran gas alam dan hutan, respirasi, dan pembusukan.
2.
Sulfur Dioksida (SO2) dan
Nitrogen Monoksida (NO).
Berasal
dari pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara), misalnya gas
buangan kendaraan
3.
Karbon Monoksida (CO).
Berasal
dari pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara) dan gas buangan
kendaraan bermotor yang pembakarannya tidak sempurna. Selain itu, CO juga bisa
berasal dari pembakaran sampah dan industri.
4.
Kloro fluoro karbon (CFC).
Berasal
dari pendingin ruangan, lemari es, dan perlengkapan yang menggunakan penyemprot
aerosol.
5.
Dioksin.
Dioksin
terdiri dari 210 senyawa yang termasuk golongan polychlorinated
dibenzo-p-dioksin (PCDD) dan polychlorinated dibenzofuran (PCDF). Dioksin
bersifat karsinogenik (bahan yang diduga penyebab kanker) kuat dan menyebabkan
perubahan system hormon, pertumbuhan abnormal, mengganggu janin, menurunkan
kapasitas reproduksi, dan penghambatan system kekebalan tubuh.
Sumber
dioksin adalah pembakaran bahan bakar biomassa, limbah pertanian, dan sampah.
Pembentukan dioksin terjadi saat pembakaran bahan yang mengandung khlor seperti
limbah tumbuhan, banyak jenis kertas, dan berbagai jenis plastic, juga bensin
bertimbal yang mengandung khlor. Penyebaran dioksin
dapat melalui udara lalu mengendap di permukaan tanah, bangunan, air, daun, dan
lain-lain.
6.
Nitrogen Oksida(NO).
Sumber
NO terbanyak dilepaskan dari hasil kegiatan bakteri dalam bentuk NO namun tidak
menyebabkan masalah karena tersebar secara merata. Sumber lain yang bermasalah
yaitu yang berasal dari kegiatan manusia seperti pembakaran arang, minyak gas
alam dan bensin/transportasi karena dapat menumpuk di suatu lokasi tertentu
dalam jumlah yang cukup besar. gas NO dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman,
seperti munculnya bintik pada daun, nekrosis, sampai menghambat kecepatan pada
fotosintesis. Selain itu, NO dapat menyebabkan paralisis system saraf pada
hewan.
7.
Hidrokarbon (HC) dan Oksidan Fotokimia.
Hidrokarbon
dihasilkan dari kegiatan manusia dengan sumber utama transportasi (sekitar
50%), pembakaran gas, minyak, arang an kayu, proses industri, pembuangan
sampah, kebakaran hutan dan sebagainya. Bahaya polutan HC berasal dari hasil
reaksi fotokimia yang melibatkan sinar matahari dan siklus fotolitik NO. dampak
HC dan oksida fotokimia terhadap tumbuhan beragam seperti nekrosis, daun muda
rusak, menghambat pertumbuhan, dan bagian-bagian bunga mati. Sedangkan dampak
terhadap manusia meliputi iritasi mukosa dan mata, gangguan sistem pernapasan
serta hilangnya koordinasi tubuh.
8.
Timbal (Pb).
Gas
Pb dihasilkan dari pembakaran zat aditif bensin. Sumber lain partikel Pb adalah
pabrik alkil Pb dan Pb oksida dan pembakaran arang.
9.
Sulfur Oksida (SO).
Berasal
dari aktifitas vulkanik an aktifitas manusia seperti pembakaran arang, minyak,
dan gas. Sumber lainnya yaitu proses industri seperti pemurnian petroleum,
industry H2SO4, dan peleburan baja. dampak sulfur
terhadap tanaman menyebabkan warna daun memucat, kering, dan mati sedangkan
dampak kronis menyebabkan daun kuning karena pembentukan klorofil terhalang.
Pengaruh terhadap manusia menyebabkan iritasi pada sistem respirasi dan merupakan
polutan yang berbahaya untuk orang tua dan penderita kronis system pernapasan
dan kardiovaskuler.
10.
Partikel.
Polutan
jenis ini berada di udara dalam jumlah cukup tinggi terutama di kota. Sumbernya
berasal dari kegiatan vulksnik sedangkan sumber utama dari kegiatan manusia
berasal dari pembakaran diikuti industri seperti peleburan baja. Partikel
mengganggu proses fotosintesis karena kerak yang terbentuk dari campuran
partikel dan uap air di daun yang tidak tercuci dengan air hujan.
11.
Pengaruh rumah kaca.
Rumah
kaca dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global, yaitu naiknya suhu bumi
akibat meningkatnya gas rumah kaca dan menyebabkan kandungan energi meningkat
mendorong terjadinya perubahan iklim antara lain frekuensi dan intensitas badai
dan peristiwa ekstrim lainnya.
b)
Pencemaran Air
Pembuangan
sampah sembarangan di sungai menyebabkan air sungai tercemar oleh sampah
Sumber
pencemaran air meliputi sebagai berikut :
1.
Padatan
Polutan
dalam bentuk padatan terbagi ke dalam padatan terendapkan (sedimen),
tersuspensi, dan koloid,terlarut, lemak, dan minyak. Sedimen adalah padatan
yang langsung mengendap jika air didiamkan beberapa saat karena ukurannya
relatif besar. sedimen merupakan padatan yang umum ditemukan dalam air
permukaan akibat erosi. Padatan menyebabkan air sungai menjadi keruh, tidak
terlarut, dan tidak dapat mengendap langsung kecuali ada gangguan kesetimbangan
menyebabkan terjadinya penggumpalan dan pengendapan.
2.
Limbah Pertanian.
Kegiatan
pengolahan tanah (menyebabkan sedimentasi), pemupukan, dan pemberantasan hama
merupakan kegiatan yang menjadi sumber terlepasnya limbah pertanian ke perairan
karena biasanya tidak semua pupuk dan pestisida yang terpakai. Pupuk yang kaya
unsure hara akan menyebabkan terjadinya eutrofikasi dan kerusakan ekosistem.
Beberapa polutan yang biasa dipakai pada pertanian :
1.
Obat
insektisida, bisa mematikan biota air.
2. Pupuk, menyebabkan eutrofikasi, yakni suatu kondisi yang
mengakibatkan kurangnya
oksigen dan mendorong terjadinya
kehidupan organism anaerob.
3.
Limbah Rumah Tangga.
1. Bahan organik, menyebabkan biota
air mati.
2. Bahan anorganik, menyebabkan
banjir.
3. Bahan biologis, menyebabkan
timbulnya penyakit.
4.
Limbah Industri.
Limbah
industri meliputi bahan organik dan bahan anorganik.
5.
Mikroorganisme
Mikroorganisme
di dalam air berasal dari udara, tanah, sampah, lumpur, tanaman/hewan
hidup
dan mati, serta bahan organik lainnya. Lama tidaknya mikroorganisme di dalam
air
tergantung
kecocokan kondisi air dengan syarat hidupnya. Air bisa menjadi media bagi
penyebaran
penyakit patogen yang berbahaya. Jumlah dan jenis mikroorganisme tergantung
pada sumbeer air, komponen nutrient dalam air, bahan toksik, organism air, dan
faktor fisik.
6.
Logam Berat.
Logam
berat yang sering menjadi polutan di perairan adalah Hg, Pb, As, Cd, Cr, dan
Ni.
Merkuri
secara alami banyak ditemukan dalam bentuk tergabung dengan bahan lain dan
tersebar
di karang, tanah, udara, dan air serta organism melalui proses fisik, kimia,
dan
biologi
yang kompleks.
7.
Penangkapan Ikan dengan Menggunakan racun.
Penangkapan
ikan dengan menggunakan bahan beracun (seperti potassium), selain dapat
mencemari
air, juga bisa membunuh anakan ikan atau bibit ikan yang masih kecil, dan
organism
lainnya yang berada di lingkungan air tersebut.
Cara
penanggulangan pencemaran air, adalah:
1. Tidak membuang sampah ke sungai dan
selokan.
2. Tidak
membuang limbah cair industri ke selokan dan sungai. Industri diharuskan
membuat kolam pengolah limbah cair.
3. Tidak
membuang sisa obat/insektisida ke selokan dan sungai.
c)
Pencemaran Tanah.
Sampah bertumpuk
tanpa pengolahan lebih lanjut menyebabkan tanah
menjadi tercemar oleh sampah. Sampah
plastik tidak bisa terurai oleh mikroba
Pencemaran
tanah adalah masuknya bahan pencemar ke areal tanah.
Jenis
polutan tanah yaitu :
1.
Senyawa Xenobiotik Organik.
Senyawa
ini ditemukan dalam tanah dan beberapa diketahui bersifat karsinogenik
(penyebab
kanker), teragenik, dan atau mutagenic(penyebab mutasi). Senyawa ini masuk
kedalam
lingkungan alami secara langsung dari penggunaan pestisida atau kebocoran
karena
kecelakaan atau secara tidak langsung melalui pembuangan limbah yang tidak
tepat
menghasilkan polusi dalam bentuk emisi gas, kontaminasi air larian, atau cairan
yang
dihasilkan
dari pengomposan.
2. Nitrat dan Fosfat.
Nitrat dan fosfat dibuang ke perairan dalam bentuk limbah
rumah tangga, limbah industri, air larian dari kota dan desa, dan limbah
pertanian. Dampak yang mungkin terjadi akibat adanya nitrogen dalam tanah
adalah kondisi terlewat subur, pencemaran pada sumber air minum yang berpotensi
menyebabkan kanker.
3. Sulfur dan Nitrogen Oksida.
4. Logam.
Biotransfer logam toksik dari tanah yang terkontaminasi
terhadap tumbuhan yang akhirnya dikonsumsi manusia dan hewan domestik lainnya.
Logam bisa berada dalam bentuk bagian dari mineral tanah, senyawa yang
terndapkan, diserap dalam pertukaran organik dan anorganik pada permukaan,
organic terlarut dalam larutan tanah, dan dalam tubuh biota.
5.
Pencemar lainnya.
Sumber
pencemar tanah lainnya adalah feses, menyebabkan penyakit cacing meningkat.
Pencemar tanah yang lainnya adalah timbale (Pb) dari bensin sehingga
transportasi menjadi sumber pencemar terpenting.
Cara penanggulangan pencemaran tanah antara lain:
1. Memilah
sampah organik dengan sampah anorganik. Sampah organik bisa di daur
ulang menjadi kompos. Sampah anorganik
bisa dimanfaatkan kembali (recycle).
2. Membuang
sampah ke tempat sampah. Jangan membuang sampah anorganik di
sembarang tempat.
3. Jangan
mengubur sampah berbahaya (baterai, aluminium, kaca, plastik, dll) di tanah
d)
Pencemaran Suara (kebisingan)
Kendaraan bermotor
selain menyebabkan pencemaran udara juga menyebabkan pencemaran suara karena
menyebabkan kebisingan
Pencemaran suara disebabkan oleh suara mesin
pabrik, mesin penggilingan, mesin kendaraan yang berlalu lalang di jalan dan
mesin pesawat.
Orang yang terus-menerus berada di tempat
bising akan mengalami kelainan, misalnya menjadi tuli, jantung berdebar-debar,
sulit tidur, pusing dan mudah marah.
Upaya penanggulangan pencemaran suara antara lain:
1. Membuat dinding kedap suara.
2. Menanam
tanaman di sekitar rumah yang dapat meredam suara.
3. Mesin
pabrik dan kendaraan dilengkapi dengan peredam suara. Menggunakan
knalpot yang memiliki peredam suara.
4. Tidak
membuat kegaduhan, misalnya tidak membunyikan radio, TV, musik dengan
suara keras.
5. Larangan menyalakan petasan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di sekitar tempat
tinggal kita sudah banyak tercemar oleh kegiatan masyarakat sehari-hari.
Lingkungan
hidup adalah tempat tinggal semua makhluk hidup, baik manusia, hewan, ataupun
tumbuhan. Saat ini terjadi perubahan lingkungan yang disebabkan oleh :
a. Aktivitas manusia
b. perubahan kondisi alam.
Di lingkungan tempat tinggal masyarakat dan juga lingkungan sekolah tempat
mencari ilmu pun banyak terjadi pencemaran lingkungan. Kebanyakan akibat
pembuangan sampah secara sembarangan oleh masyarakat. Pencemaran yang terjadi
yaitu pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran udara.
Adapun bahan – bahan yang banyak mencemari lingkungan di antaranya :
1. Sampah dari kegiatan rumah tangga.
2. Limbah Industri yang tidak di olah sebelum dibuang.
3. Limbah pertanian akibat pemakaian yang tidak sesuai
aturan.
B. Saran
Setelah
mengetahui kondisi lingkungan yang begitu buruk sebaiknya kita secara
bergotong-royong membersihkan lingkungan yang sudah tercemar tersebut dan tidak
mengetorinya lagi agar lingkungan nyaman dan tenteram dan melestarikan
lingkungan serta tidak membuang sampah sembarangan. Karena
lingkungan ini adalah lingkungan kita yang penting untuk dijaga kelestariannya
untuk meningkatkan kualitas hidup kita.
Dapat meningkatkan kesadaran dan
kepedulian lingkungan dengan cara 3H yaitu Head (Kepala), Heart (Hati) dan Hand
(Tangan). Artinya seseorang diberitahu atau diberi pemahaman dulu kemudian
diberikan contoh. Kegiatan memberikan contoh merupakan pemahaman melalui hati,
selanjutnya seseorang perlu diberi latihan atau keterampilan.
DAFTAR
ISI





Tidak ada komentar:
Poskan Komentar